Rabu, 11 Februari 2009

Ketika Cinta Mengudara

From Wanita-gaya

BULAN Februari, langit berubah merah jambu. Cinta melayang di udara, cokelat dan mawar merah tersebar di seantero kota.

Kemeriahan bulan penuh cinta sudah terasa sejak minggu terakhir Januari. Mal, toko-toko, hingga hotel menghadirkan dekorasi istimewa dengan warna-warna cinta, merah dan pink. Pita, kado, serta pernak-pernik manis pun memenuhi etalase. Sejauh mata memandang, romantisme kental terlihat. Kata-kata puitis perlambang cinta menjadi pemandangan umum.

"Be My Valentine", "I Love You", ataupun lambang hati mendadak tersemat di berbagai produk, mulai kartu ucapan hingga boneka beruang besar, yang tentu saja berwarna merah muda. Saat Valentine tiba, kaum metropolitan Jakarta seolah terpanah cupid, sang dewa asmara.

Dibanding hari-hari perayaan lainnya, Valentine seolah punya tempat tersendiri dengan cara perayaan yang berbeda-beda. Sinta, seorang karyawan bank swasta mengatakan dirinya bukanlah orang yang terlalu peduli dengan tradisi Valentine. Kendati demikian, setiap bulan Februari, Sinta pasti punya anggaran khusus untuk pernak-pernik Valentine, khususnya cokelat.

"Aku bukan orang yang harus merayakan Valentine, tapi karena teman-teman merayakan, jadi aku ikutan. Paling beli cokelat untuk dibagikan," ujarnya, yang saat itu memang tengah berbelanja cokelat di pusat pertokoan.

Lain lagi dengan Adis. Wanita yang bekerja di bidang humas ini malah punya "ritual" Valentine tersendiri. "Biasanya saya merayakan dengan suami. Meskipun hanya makan malam berdua. Saat Valentine itu kita jadikan momen bersama, bebas dari anak-anak," sebutnya.

Valentine memang identik dengan cinta dan romantisme. Namun, bukan berati hanya kaum hawa yang menanti tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Pria pun tidak kebal terhadap hari kasih sayang ini.

"Biasanya sih, saya beli cokelat dan bunga untuk pacar, atau kita makan malam di restoran, ya lebih romantis dari biasanyalah," kata Arif, marketing sebuah perusahaan swasta.

Bukan hanya masyarakat yang punya ritual, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat hiburan pun punya agenda tersendiri dalam menyambut Valentine.

Toko buku Gramedia misalnya. Di sana Anda bisa menemukan berbagai pernak-pernik Valentine, mulai kartu ucapan berwarna merah jambu hingga boneka dan bantal-bantal berbentuk hati. Sementara toko-toko kue menawarkan berbagai paket Valentine yang ditata apik dalam keranjang berpita atau boks berbentuk hati, seperti Dapur Coklat yang menyediakan deretan cokelat terhias kata-kata khas Valentine.

Bandung pun tak kalah bersolek. Bandung Indah Plaza (BIP), Bandung Super Mal (BSM), dan Istana Plaza (IP) menawarkan dekorasi Valentine yang berbeda, namun semuanya tetap dalam satu napas, kental dengan nuansa cinta dan merah muda. Suasana Valentine di Solo juga cukup meriah. Pernak-pernik Valentine menjadi produk yang paling mudah ditemui karena selalu diletakkan di bagian depan. Begitu juga di Palembang dan Banjarmasin.

Strategi yang cukup menguntungkan, mengingat produk tersebut memang tengah menjadi buruan. Karenanya, tak heran bila setiap Februari penjualan cokelat dan boneka bisa naik hingga 30%, seperti yang dialami gerai Rumah Coklat.

"Februari itu puncak penjualan kami, selain di akhir tahun karena ada hari Valentine. Biasanya omzet kami naik 50%-70%," sebut Indah, salah satu staf Rumah Coklat.

Lalu, apa yang biasanya diburu orang saat Valentine?

"Paling banyak cokelat kecil berbentuk hati yang dikemas dalam kotak," sebutnya.

Selain itu, gerai ini juga menawarkan cokelat berbentuk binatang yang diwadahi dalam bungkus-bungkus mini, seperti kotak karton berwarna-warni atau kantong-kantong kecil ber-glitter.(sindo//jri)
Sumber :http://lifestyle.okezone.com/read/2009/02/12/29/192008/ketika-cinta-mengudara


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...