Kamis, 12 Februari 2009

Atasi Radang Kulit dengan Lidah Buaya

From Wanita-gaya


BENTUKNYA biasa saja, bahkan kurang menarik. Tapi jangan salah, tanaman ini memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Cairannya bisa menjaga kelembapan kulit, mengatasi radang kulit, menghilangkan jerawat, dan merangsang regenerasi kulit.

Lidah buaya (Aloevera) telah ditemukan sejak tahun 1500 SM. Buktinya, ada banyak tulisan mengenai khasiat tanaman ini untuk mengobati insomnia, gangguan pencernaan, sakit kepala, kerontokan rambut, gangguan batu empedu, dan lainnya. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Dan mereka menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Orang Arab, Romawi, Yunani, India, dan China memanfaatkan tanaman yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit ini untuk mempertahankan kecantikan.

Tanaman yang memiliki banyak khasiat dan mengandung nutrisi bagi tubuh manusia ini sempat ditinggalkan orang karena munculnya teknik pengobatan modern. Tetapi pada awal 1940 lidah buaya kembali naik daun setelah orang Amerika menemukan bahwa gel dalam lidah buaya dapat mengobati terbakarnya kulit akibat sengatan sinar matahari. Lidah buaya termasuk dalam keluarga Lilianieae yang memiliki spesies hingga 200 jenis. Batangnya pendek dan daunnya seperti tombak yang berdiri tegak dan berduri di pinggirnya.

Tumbuhan yang mirip kaktus ini mampu hidup (berumur panjang), sekalipun tanpa air karena menurut penelitian kemampuan pori-pori daunnya untuk menahan air yang berada di dalam batang daun. Dalam batang daunnya terdapat banyak zat, antara lain aloin dan lignin yang berguna untuk menurunkan demam dan luka-luka pada kulit, terdapat di dalamnya. Menurut dr Meilinasari Dharsono, lidah buaya mengandung zat-zat penting seperti vitamin A, B1, B2, B3, C, E, kolin, inositol, dan asam folat, sejumlah mineral penting seperti kalsium, magnesium, potasium, sodium, besi dan zinc, dan enzim-enzim seperti amylase, katalase, celullosa, carboxypeptidase, carboxyhelolase dan brandykinase yang amat penting bagi metabolisme tubuh.

Hampir seluruh bagian dari tanaman ini bermanfaat. Daunnya dapat digunakan untuk memelihara kulit. Getah daunnya bisa digunakan untuk menyembuhkan luka, bisul, ruam kulit, bahkan jerawat. Cairannya bisa digunakan untuk mendinginkan dan menyamankan kulit. "Radang kulit yang sering muncul dapat diatasi dengan mengoleskan cairan (gel) yang diambil dari daging daun lidah buaya," kata dr Meilinasari SKM Mkes, dari Politeknik Kesehatan Jakarta. Di dalam cairan ini terdapat enzim cellulose, amylose, protein, dan biogenik simulator yang merupakan zat aktif yang membantu metabolisme dan merangsang pertumbuhan dan regenerasi sel-sel kulit.

Selain itu, lidah buaya mengandung zat lignin yang diyakini dapat menahan hilangnya cairan dari permukaan kulit. Kandungan lignin di dalam gel mampu melindungi kulit dari dehidrasi dan menjaga kelembabannya. Zat inilah yang dimanfaatkan para produsen kosmetik untuk aneka produk perawatan kulit dan kecantikan. Dengan demikian, kulit tidak cepat kering dan kelembapannya terjaga.

Menurut pakar dari IPB (Institut Pertanian Bogor), Ir Sutrisno Koswara, mengonsumsi lidah buaya dapat membantu memperlancar sistem pencernaan karena tanaman ini mengandung zat aloemoedin dan aloebarbadiod, senyawa yang termasuk golongan antrakuinon.
(Genie/Genie/tty)
Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/02/12/195/192228/atasi-radang-kulit-dengan-lidah-buaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...