Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2011

Kisah Inspiratif: Anak Tukang Becak Juga Bisa Jadi Dokter


Siapa bilang pengayuh becak tak bisa melahirkan seorang dokter? Buktinya Suyatno, seorang pengayuh becak di Yogyakarta, berhasil menyekolahkan anaknya hingga lulus dokter dari UGM. Perjuangannya membuktikan tidak ada kerja keras yang sia-sia. Kerja keras dan ketekunan akan membuahkan keberhasilan. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok bapak Suyatno.

SUYATNO menjadi bintang dalam pertemuan orang tua mahasiswa baru dan para pejabat UGM. Ribuan orang yang memadati Graha Sabha Pramana tertegun ketika mendengar penuturan laki-laki berusia 63 tahun ini.

Meski tak begitu lancar mengungkapkan jati dirinya, itu sudah cukup membuat tepuk tangan membahana.

‘’Sehari-hari saya mbecak, pekerjaan yang saya lakoni sejak 1975 dan sampai sekarang masih begitu,’’ ujar Suyatno lirih ketika berbicara di depan pejabat UGM dan orang tua mahasiswa baru.

Lantas, apa yang membuatnya istimewa dan menarik perhatian semua orang di sana?

‘’Anak saya masuk Fakultas Kedokteran tahun 2005 dan baru saja lulus. Kini tugas sebagai dokter di Wates, Kulonprogo,’’ tambahnya tetap dengan nada lirih.

Semua orang terdiam, hening dan sedetik kemudian aplaus panjang, siulan, dan teriakan kekaguman seakan meruntuhkan gedung nan megah itu. Suyatno tersenyum. Tukang becak yang biasa mangkal di depan Hotel Santika Yogyakarta ini berkaca-kaca.

Tak banyak yang dia ucapkan. Dia lantas berjalan pelan kembali ke tempat duduknya, sementara tepuk tangan terus menggema. Mulanya, dia akan memberikan testimoni. Namun kebanggaan, keharuan, dan suka cita berbaur menjadi satu membuatnya tak bisa banyak bicara.

Pembawa acara, Suryo Baskoro, lantas mengantar lelaki sepuh itu ke kursi depan di belakang deretan para pejabat UGM.

Begitu acara usai, Suyatno mengambil becaknya dan berniat pulang ke rumah.

Namun beberapa orang mencegat dan mengucapkan selamat pada lulusan Sekolah Rakyat (SR) 1962 ini. Tak sedikit yang berusaha menanyainya dan dia tak bosan-bosannya menjawab, lugu dan lugas.

Tetap

Anak bungsunya, Agung Bhaktiyar, sejak duduk di bangku SD memang cerdas. Bahkan hingga SMA, beberapa kali dia meraih ranking di sekolah. Tiga kakaknya merelakan diri putus sekolah setamat SMA untuk memberi kesempatan kepada Agung agar menjadi ‘’orang’’.

‘’Wis ben Agung wae sing sekolah,’’ ungkap Suyatno menceritakan sikap tiga anak lainnya, yang setelah lulus SMA langsung bekerja.

Anak sulung membantu ibunya, Saniyem —yang buta huruf— tiap hari berkutat dengan rongsokan di Pasar Terban, tak jauh dari rumahnya. Anak kedua menjadi tukang parkir di kompleks pertokoan KFC, sedangkan nomor tiga ikut suami merantau ke Medan.

Semua ikhlas tak melanjutkan sekolah. Di samping keterbatasan ekonomi, juga ingin agar Agung benar-benar sekolah setinggi mungkin biar kelak mengangkat derajat keluarga.

Keikhlasan mereka dan tetes keringat Suyatno membawa hasil. Tak sia-sia dia sepanjang hari mbecak sejak pukul 08.00 hingga tengah malam. Meski komunikasi dengan anak-anak sangat jarang, tiap ada kesempatan kumpul keluarga, Suyatno berpesan agar tak ada yang seperti bapaknya.

Anak-anak harus sekolah tinggi, jangan sampai buta huruf seperti ibunya.

‘’Masih mbecak kok, buat kegiatan dan olahraga. Kalau cuma di rumah nanti malah ngelangut dan tak bisa ngasih uang jajan cucu,’’ ujar Suyatno berseloroh.

Anak-anak memang melarangnya mengayuh becak lagi karena usia Suyatno sudah 63 tahun. Mereka menyarankan di rumah atau membantu istri berdagang rongsokan.

Tapi Suyatno yang selalu berusaha tersenyum, legawa dalam kondisi apa pun, tak mau berdiam diri. Keringat yang mengantarkan anaknya menjadi dokter tak bisa berhenti sampai dia berniat sendiri.(Agung PW-43,52)

sumber: suara merdeka

Senin, 05 September 2011

Indahnya Bersyukur , Bikin Hidup Lebih Hidup

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kita harus bisa bersyukur dalam hidup ini.

Tapi tahukah Anda bahwa, bersyukur tidak hanya sesuatu yang wajib dilakukan oleh kita yang memiliki iman, tetapi bersyukur adalah juga alat pembuka rejeki dan nikmat yang lebih banyak lagi? Coba kita simak untaian kata2 berikut ini.

Jika Anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca. Maka Anda adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika Anda bangun pagi ini dan merasa sehat. Maka Anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.

Jika Anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan. Maka Anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.

Jika Anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati. Maka Anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.

Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat. Maka Anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika Anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran. Maka Anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.

Jika orang tua Anda masih hidup dan menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka. Maka Anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.

Jika Anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia. Anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Jika Anda dapat membaca pesan ini. Maka Anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan Anda, dan Anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali.


Hitunglah karunia keberuntungan Anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Dengan bersyukur, Anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini. Semoga Anda menikmati hari yang indah ini.

sumber: conectique.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...