Tampilkan postingan dengan label solo batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solo batik. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Wisata Kota Solo, ASEAN PARA GAMES 2011 12-22 Desember 2011


Yess… lagi2 kota Solo diberikan kehormatan untuk menjadi tuan rumah event international, ASEAN Para Games (APG) keVI 2011, yang digelar pada 15-20 Desember. Berbagai persiapan pun tengah dilakukan oleh pemkot Solo selaku tuan rumah, mulai dari venue2 untuk pertandingan, upacara pembukaan dan penutupan, serta sejumlah agenda yang ikut menyemarakkan event Asean ParaGames.

Sehari sebelum prosesi pembukaan, yakni pada 14 Desember 2011 akan dilangsungkan kirab penyambutan obor Para Games. Api obor ASEAN Para Games akan diambilkan dari api abadi di Mrapen, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 14 Desember 2011. Api obor tersebut selanjutnya dibawa secara estafet melawati Kota Semarang, Salatiga, Boyolali, dan baru masuk Solo.

Rombongan pembawa api akan diterima di batas Kota Solo sebelah barat yakni di Gapura Makutha Karangasem Solo.
Dari gapura makutha, obor akan dikirab ke Lapangan Kota Barat dengan diiringi 120 Harley, 150 Jeep dan sekitar seribu pengiring. Setibanya di Lapangan Kota Barat rombongan pembawa obor akan disambut sekitar 1500 hingga 2000 pengiring kirab lain yang akan melanjutkan perjalanan hingga Balai Kota Solo.

Selama berlangsungnya multi event ini, di Wisma Haji Donohadun setiap malam digelar berbagai pertunjukan kesenian daerah secara bergiliran dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu dari pihak panitia setiap hari juga menyedikan bus untuk berwisata ke obyek-obyek wisata secara gratis bagi para atlet yang tidak bertanding.


Rabu, 28 September 2011

Pawai Budaya Solo Buktikan Solo Tetap Aman dan Damai


Kemarin kota Solo kembali menggelar karnaval budaya bertajuk ‘Solo Damai’ yang digelar mulai pukul 15.00 WIB. Ribuan warga Solo tumpah ke jalan menyaksikan pawai tersebut. Pawai diikuti sekitar 1.665 peserta dari ormas, parpol, tokoh lintas agama, dan mahasiswa, juga dari latar belakang kepercayaan berbeda.

Sejumlah pertunjukan seni dan budaya juga ikut serta. Misalnya, Solo Batik Carnival — karnaval mode berbahan dasar batik, Barongsai, Kesenian Topeng Ireng. Prajurit keraton dan kereta kencana juga nampak dalam iring-iringan.
Walikota Solo, Joko Widodo dan wakilnya, FX. Hadi Rudyatmo tak mau ketinggalan. Mereka memakai kostum perwayangan — Jokowi berkostum Kresna dan Rudy berpakaian ala Werkudara, mereka berbaur dengan peserta lain dan berjalan kaki menyusuri jalan Slamet Riyadi Solo.

Sementara, di panggung kehormatan, delegasi Asian Parliamentary Assembly (APA) tampak menikmati suasana pawai. Tak hanya warga, anggota delegasi asing APA pun bergantian berfoto bersama Jokowi. Semuanya nampak senang, meskipun pelaksanaan pawai dijaga ketat pasukan aparat bersenjata lengkap.

Kegiatan ini berhasil menunjukkan Solo aman dan kondusif, meskipun sebelumnya sempat diguncang berita tidak sedap dengan adanya Bom Bunuh Diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Minggu 25 September 2011.

Tertarik mengunjungi Kota Solo di akhir tahun ini?? Simak Agenda Wisata Kota Solo 2011 Klik Di Sini


Selasa, 27 September 2011

Grand Final Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara 2011


KEMENBUDPAR bekerjasama dengan Ikatan Pencinta Batik Nusantara memprakarsai penyelenggaraan kegiatan Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2011 pada Bulan September 2011 di Jakarta.

Rangkaian acara pemilihan putra putri batik dimulai dengan pendaftaran peserta mulai tanggal 1 – 29 Agustus 2011, masa karantina tanggal 25 – 27 September 2011 dan diakhiri dengan malam babak final pada tanggal 28 September 2011 di Jakarta yang akan diikuti oleh 14 pasang finalis (putra dan putri).

Persyaratan peserta antara lain :

1. Berwajah dan penampilan menarik, cerdas, ramah, serta berkepribadian Indonesia ;
2. Memiliki pengetahuan dan wawasan luas tentang batik ;
3. Tinggi badan : Putra, min. 170 cm dan Putri min. 165 cm ;
4. Belum menikah dan belum memiliki anak ;
5. Berusia antara 18 – 25 tahun dan telah lulus SMA ;
6. Menguasai bahasa asing, minimal Bahasa Inggris ;

Apabila memiliki keterampilan lain yang terkait seperti membatik, akan memberikan nilai tambah.

pendaftaran dan informasi selengkapnya dapat diperoleh melalui situs www.putraputribatik.com dengan batas pendaftaran tanggal 29 Agustus 2011.

Sebagai Putra Putri Batik terpilih, siapapun generasi muda yang lolos harus mewakili warisan budaya Indonesia itu ke kancah internasional. Itu dilakukan guna membuat generasi muda lebih cinta dan bangga warisan budaya tersebut.

Agar lebih bisa memaknai perannya sebagai Putra Putri Batik, sejarah batik harus dikuasai para generasi muda yang terpilih. Sehingga mereka dapat didapuk oleh para desainer untuk mempromosikan batik ke dunia internasional dan dapat memberikan informasi yang akurat tentang batik kepada dunia internasional

Acara Malam puncak pemilihan putra putri batik sendiri rencananya akan digelar hari rabu, 28 September 2011 di Balai Kartini, Jakarta. Sebanyak 24 peserta Putra Putri Batik Nusantara 2011 unjuk kebolehan di malam keakraban untuk menjadi Duta Batik Nusantara 2011.

Yuk ikut melestarikan batik dengan memakai batik dalam segala suasana, klik Gue Pake Batik, Kenapa Ga???


Kamis, 23 Juni 2011

Solo Batik Carnival Dimeriahkan 324 Kostum Legenda



Sebanyak 324 kostum bertema legenda akan ditampilkan dalam Solo Batik Carnival (SBC) pada 25 Juni mendatang. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan event serupa tahun lalu yang hanya mengusung 225 kostum.

Panitia penyelenggara yakin banyaknya jumlah kostum yang ditampilkan bakal menjadi daya pikat untuk SBC tahun ini. Apalagi, tema yang diusung juga populer di masyarakat, yakni ande-ande lumut, roro jongrang, ratu kencana wungu, dan ratu pantai selatan.

"Masing-masing tema akan didukung oleh 50 peserta. Kalau dihitung dengan peserta pendamping, total penyaji tahun ini sebanyak 600 orang," jelas Pimpro SBC Heru Prasetya dalam jumpa wartawan di Taman Balekambang Solo, Jawa tengah, Selasa (21/6).

Para peserta dalam pelaksanaannya tidak hanya memamerkan kostum berbahan batik. Mereka juga akan membawa berbagai bentuk ornamen dan hiasan sesuai tema yang diusung. Antara lain, ogoh-ogoh berbentuk kepiting raksasa untuk tema ande-ande lumut, serta stupa candi dan pohon hayat untuk roro jonggrang.

Selain jumlah peserta yang jauh lebih banyak, SBC ke-4 tergolong istimewa, karena untuk pertama kalinya dilangsungkan malam hari dan dikemas secara megah. Salah satunya, panggung pemberangkatan di Purwosari akan disetting menyerupai gua. Sepanjang rute yang akan dilalui peserta mulai dari Purwosari hingga Balai Kota Solo juga akan dilengkapi berbagai hiasan lengkap dengan tata cahaya yang apik. (FR/OL-01)

sumber: Media Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...