Tampilkan postingan dengan label batik pekalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batik pekalongan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Aksi Tahun Baru 2012 , HAVE FUN WITH BATIK




BATIK INDONESIA
– Berbicara tentang batik pasti tak bisa terlepas dari motif-motif yang khas dari daerah pengrajinnya. Batik Solo, Batik Jogja, Batik Cirebon, Batik Madura, Batik Papua, Batik Lampung, Batik Jambi dan masih banyak lagi batik khas dari daerah di Indonesia. Lambat laun, kesan bahwa batik hanya cocok menjadi pakaian formal seakan luntur. Dengan sejumlah kreasi dan inovasi, kain warisan budaya ini pun bisa dikenakan dalam berbagai kondisi. Seperti yang ditampilkan dalam Fashion and Luncheon bertajuk Have Fun With Batik di Narendra Restaurant, The Sunan Hotel, Rabu 22 Desember 2011 kemarin.

Melalui 19 karya koleksinya, Batik Saseti Penumping mencoba untuk menunjukkan bahwa semua bisa Have Fun dengan batik, batik bisa sangat luwes dan cocok di segala suasana. Pada kesempatan itu, desainer muda, Mia Permata menyuguhkan tiga segmen batik yang mewakili kreativitas Saseti.

Di segmen pertama yaitu kebaya, Mia seolah ingin menepis anggapan bahwa kebaya hanya cocok untuk orangtua. Hal itu ditunjukkannya lewat modifikasi batik bunga-bunga dan pemilihan warna cerah dalam kebayanya.

Sementara dalam segmen kebaya kasual, Mia semakin berani mengeksplorasi warna. Warna-warna cerah seperti kuning, merah muda dan biru muda dipadu menjadi busana batik yang enak dipandang mata. Tambahan motif polkadot dan garis-garis semakin menjadikan batik kasual ala Mia cocok dipakai generasi muda.

Selain kebaya dan kasual, busana kantor pun dieksplor Mia. Putri komedian legendaris Djudjuk Djuwariah ini mengangkat kombinasi batik nusantara seperti Batik Madura maupun Lasem. Di akhir fashion show, Djudjuk Juwariah tampil mengenakan kebaya kuno kutu baru bermotif bunga.

Menurut Mia Permata, Batik Saseti memang cenderung memilih warna cerah sebagai karakter busananya. Batik Saseti ingin mengemas batik sedemikian rupa sehingga batik menjadi busana yang bisa diterima segala kalangan dan suasana.

So,,, mari sambut tahun baru 2012 dengan HAVE FUN WITH BATIK,,, I LOVE BATIK INDONESIA,,,

Senin, 03 Oktober 2011

Batik Indonesia, Cinta Batik Cinta Bangsa Indonesia


Batik….. ya Batik….
. Dari tangan seorang wanita tua kau diciptakan dengan penuh kasih sayang…

Tanpa mengenal lelah keindahannmu menjadi pujaan semua orang sepanjang masa… corakmu melambangkan kebanggaan dan ekspresi bagi yang mengenakan…

Dari dulu batik sudah merupakan pakaian resmi petinggi-petinggi negara. Mulai dari jaman belanda sampai jaman sekarang. Tak pelak lagi batik menjadi incaran bayak orang, baik wanita mau pun pria, anak-anak bahkan saat ini laptop, gitar, motor, sepatu, jaket juga ada yang bermotif batik. Entah itu karna batik sedang ngetren atau sekedar berekspresi, yang jelas AKU CINTA BATIK….

Batik merupakan kebudayaan Indonesia yang sarat nilai budaya serta memiliki makna dan corak yang beragam di tiap daerah.

Penggunaannya yang dulu terkesan kuno, kini seiring perkembangan zaman telah disulap menjadi produk bernilai di tangan para desainer Indonesia mulai gaun malam yang elegan, seksi, juga mewah, hingga dress kasual yang modis tanpa menghilangkan pakem-pakem yang ada.

World Batik Summit 2011, berlangsung mulai 28 September hingga 2 Oktober 2011, di Jakarta Convention Center. Dalam kesempatan ini, sejumlah pengharagaan juga diberikan kepada pembatik hingga berbagai pihak yang berperan dalam mengembangkan batik sebagai warisan budaya bangsa, yang diakui dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Perancang busana tidak ketinggalan menampilkan batik dalam busana siap pakai berkesan modern, modis, tanpa meninggalkan kekhasan batik. Desainer Indonesia, Chossy Latu membuka peragaan busana dengan koleksi bertema ‘Twilight Garden’.

Sebanyak 10 set pakaian siap pakai bernuansa hitam dan putih, yang menjadi ciri khasnya, ditampilkan.

Batik Pekalongan ditampilkan berbeda dengan sentuhan Chossy. Model busana batik siap pakai karya Chossy berkesan megah, dengan jaket yang elegan.

Tak hanya Chossy yang melirik batik Pekalongan sebagai inspirasi, juga bahan utama pembuatan busananya. Masih dari Indonesia, Sebastian Gunawan juga apik menampilkan busana batik.

Menghadirkan batik Pekalongan yang kaya warna, Sebastian Gunawan mengangkat tema ‘The Nyonya Glam’, menampilkan dress batik berkesan seksi elegan.

Gaun malam one shoulder memberikan kesan modern pada motif batik khas Pekalongan, dengan warna cerah. Sebastian menampilkan tujuh set busana batik khusus untuk kaum hawa.

Perancang, kolektor, pecinta batik dari Jepang, Kaoru juga jatuh hati dengan batik Pekalongan. Namun Kaoru bereksplorasi dengan tak hanya terpaku pada satu jenis batik saja.

Melalui busana batik kasual, masih untuk perempuan, Kaoru menggabungkan motif batik kuno dengan batik modern, perpaduan unsur budaya Jepang dan Indonesia. Selain Pekalongan, Kaoru menampilkan batik tua Madura, Solo, Cirebon, Yogyakarta dan batik motif Hokokai.

Koleksi Parang Kencana dan Danar Hadi memperkaya pilihan koleksi busana batik. Keduanya menampilkan lebih banyak koleksi busana batik untuk pria.

Danar Hadi menampilkan busana pria yang modern, mewah, elegan dengan tetap menonjolkan kharisma batik. Keunikan batik kental menonjol lewat rancangan busana pria Danar Hadi.

Sementara perancang dari China, Lu Kun, menafsirkan batik Danar Hadi dengan versinya sendiri. Mengangkat tema ‘Miss Shanghai’ Lu Kun sukses memukau penikmat batik dan fashion, dengan koleksi terusan panjang yang sederhana namun elegan, menonjolkan kekhasan batik Indonesia.

Lu Kun, salah satu desainer yang dipercaya Paris Hilton untuk merancang busana untuknya, menampilkan delapan set busana siap pakai, menggunakan material batik Indonesia, Danar Hadi.

Selain itu, Malaysia, melalui perancangnya, Deanoor menampilkan dress batik pendek berkesan kasual. Deanoor yang sukses mengibarkan sayap hingga ke Milan, Paris, dan New York, mengangkat batik Madura yang dikombinasikannya dengan batik Parang Kencana.

Di tangan perancang dunia ini, Indonesia memposisikan diri sebagai si empunya ragam motif batik serta berbagai kreasi busana batik yang juga bisa tampil modern, elegan, sarat tradisi.

Peragaan busana yang terbagi menjadi dua sekuen ini juga menampilkan koleksi Carmanita dengan batik klais, Bi dengan batik Madura, batik Bantul, batik Cirebon dikombinasikan dengan batik eyelet motif boneka Rusia matryoshka. Ramli dengan batik prada, dan pagelaran ditutup dengan koleksi kebaya anggun, modern nan elegan dengan kain batik Solo dan Yogyakarta, rancangan Anne Avantie.

Batik kini telah diakui Unesco sebagai The Intangible Cultural Heritage pada 2 Oktober 2009. Kain bermotif ini dinilai sebagai warisan budaya tak benda yang memiliki tradisi dan ekspresi lisan, praktik sosial hingga keahlian dalam bidang kerajinan yang memiliki budaya. [mor]

sumber: inilah.com

Sabtu, 24 September 2011

Batik Solo Info - Tips Merawat Batik Agar Awet


Batik memang sedang tren. Namun, bisa jadi belum banyak orang yang mengetahui cara merawat pakaian batik agar warnanya tetap awet. Berikut ini sejumlah cara alternatif merawat batik kesayangan.

  1. Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaran.
  2. Atau, cuci kain batik dengan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan shampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain batik.
  3. Mencuci batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.
  4. Saat mencuci batik, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.
  5. Sebaiknya, jangan mencuci batik dengan mesin cuci.
  6. Saat akan menjemurnya, batik yang basah tak perlu diperas. Dan jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.
  7. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.
  8. Jika sudah dijemur, hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.
  9. Bila Anda ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada batik tulis, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.
  10. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.
  11. Simpan batik kesayangan Anda dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak batik.
  12. Cara lain agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. Atau, letakkan akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.
Sumber : Kompas.com

pencarian lainnya:
baju bagus baju bali baju batik modern baju batik muslim baju batik online baju batik pria baju batik wanita baju cantik blouse batik blus batik butik batik desain baju batik dress batik gambar baju batik gambar batik gaun batik kemeja batik model baju batik model baju batik 2011 model baju batik modern model baju batik muslim model baju batik terbaru model baju batik wanita model batik 2011 model batik modern model batik terbaru motif batik toko batik online batik batik bali batik online

Sabtu, 18 Juni 2011

Belanja Batik Di Yogyakarta?? Beringharjo Tempatnya

Bingung mengisi liburan panjang di akhir pekan ini?? Tenang,,, rumah wanita kali ini akan mengupas tentang kota-kota besar di Indonesia yang bisa dijadikan panduan obyek liburan pekan ini. Karena banyaknya potensi wisata yang belum di ketahui masyarakat Indonesia, kadang-kadang sayang bila banyak wisatawan dalam negeri yang enggan berwisata berkeliling Indonesia dan menghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi negeri tetangga atau negara lainnya, padahal di Indonesia saja banyak sekali obyek wisata yang kerennn….

Salah satu kota tersebut adalah Yogyakarta. Yogyakarta merupakan salah satu kota yang selalu menarik untuk disambangi. Jika berkunjung ke sana, sempatkan menyambangi Pasar Beringharjo. Karena di sana terdapat banyak toko batik dan suvenir.

Akhir pekan, lorong-lorong penjual batik di lantai dasar pasar ini pasti akan penuh sesak. Anda harus siap berdesakan dengan penjaja batik yang menawarkan dagangannya juga dengan dua arus pengunjung yang berbelanja di lorong-lorong sempit itu.

Di pasar ini, Anda bisa berbelanja mulai dari batik yang sudah jadi (baik dalam bentuk kain, cap maupun tulis). Beragam motif batik seperti Lasem, Madura, Bantul juga tersedia. Bahkan pakaian santai, daster, celana longgar, sampai gaun-gaun dan kemeja batik resmi juga dapat dicari.

Salah satu tempat yang bisa jadi pilihan adalah gerai batik Soenardi. Mereka punya dua los di lantai dasar pasar ini; satu di sebelah selatan pasar dan satu lagi di utara. Kedua los itu menyediakan koleksi yang berbeda. Kain-kain batik tulis dijual seharga Rp 110 ribu, sementara cap dijual mulai dari Rp 70 ribuan.

Jika Anda ingin mencari batik khas Bantul (yang selalu berwarna coklat tua dengan sisa kain dibiarkan putih), ada sebuah kios yang khusus berjualan itu. Sayangnya, kios ini tidak bernama atau bernomor. Untuk mendapatkan kios ini, masuklah dari pintu utama pasar di bagian depan lalu belok kiri di lorong kelima. Kios batik khas Bantul akan ada di sisi kiri Anda, dijaga oleh dua ibu tua yang berkebaya, kain dan sanggul.

Anda tinggal memilih dari beragam motif klasik seperti sidomukti, kawung, parang dan galaran. Per lembar kain batik dijual seharga Rp 65 ribu. Penjual batik khas Bantul dengan bangga mengatakan, mereka tidak menjual batik cap di kios mereka.

Di lantai tiga pasar, Anda akan menemukan tas-tas anyaman dari eceng gondok. Desain dan pewarnaannya pun cukup modern serta bergaya. Tas kecil yang bisa memuat dompet dan telepon genggam serta pernak-pernik lain sudah bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 15 ribu.

Jika barang antik adalah minat Anda, berjalanlah ke bagian utara pasar. Koin uang kuno (benggol) juga dijual per paket mulai dari Rp 15 ribu, tergantung kelangkaannya. Di sana, pernik dapur seperti penggiling kopi pun bisa Anda dapatkan dengan harga murah. Selain itu, masih ada rempah-rempah kering, berbagai macam jamu, beragam aksesoris baju pengantin, sampai penganan seperti cendol dan sate gajih (lemak) yang harumnya menyebar di lorong-lorong pasar.

Pasar Beringharjo sebenarnya bukan hanya soal berbelanja, tapi juga manusia-manusia di dalamnya. Salah satu yang paling mengesankan (sekaligus membuat terenyuh) adalah para penjaja jasa gendong belanjaan atau mbok-mbok gendong yang berusia renta (60 tahun ke atas). Anda bisa mengenali mereka dari selendang yang tersampir di salah satu bahu. Mereka juga kadang akan mendekati Anda untuk menawarkan jasa menggendong atau memanggul dengan imbalan beberapa ribu rupiah saja.

Kamis, 16 Juni 2011

Batik - Batik Cantik Kumpul Bareng di Jakarta Fair




Minat masyarakat terhadap batik tahun ini mengalami kenaikan yang cukup pesat. Bulan Juni 2011 ini para penggemar batik yang ingin melengkapi koleksinya kini punya pilihan tempat berbelanja yang baru. Selain di toko Danar Hadi dan Batik Keris yang memang menyediakan aneka ragam batik, para pengemar pakaian tradisional ini juga bisa belanja di arena Pekan Raya Jakarta. Ada aneka batik solo, batik jogja, batik pekalongan, batik papua, batik aceh, batik jambi, batik madura, batik cirebon, batik Kalimantan dll.

Ya, pada perhelatan Jakarta Fair tahun ini yang berlangsung selama sebulan penuh, pengunjung juga bisa belanja batik di setiap stand daerah yang menempati Hall A, B, dan C. Hampir semua corak batik tradisional hingga modern dipamerkan dan dijual di Jakarta Fair.

Jakarta Fair Kemayoran 2011 sebagai gerbang strategis Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Asia, tetap konsisten untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri di pentas global. PT JIExpo konsisten untuk mengampanyekan nuansa cinta tanah air melalui berbagai event besarnya.

Ini bisa dilihat dari dukungan setiap pelaku MICE, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, tetap memamerkan dan mempromosikan produk-produk lokal yang khas kultur nusantara. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah dan pusat menggerakan ekonomi nasional, pada Jakarta Fair Kemayoran 2011, relatif dipenuhi produk-produk khas Nusantara yang murni sebagai jati diri bangsa.

Boleh jadi, suasana perdagangan batik se-Nusantara di Jakarta Fair mirip `Istana Batik`. Hampir seluruh batik di Indonesia, baik batik tulis maupun printer masing-masing daerah diperdagangkan di Jakarta Fair.

Seperti sebuah Istana Batik, khasanah kultural Nusantara, mulai dari batik tulis di pusat-pusat kerajian dan industry batik di Jogjakarta, Solo, Semarang, Pekalongan, total menampilkan karya terbaiknya. Lebih dari itu, harga yang dipasangpun spesial yang berbeda dengan kebiasaan harga yang ditetapkan event lainnya, di luar Jakarta Fair.

Alasannya, Jakarta Fair forum perdagangan spesial, event yang besar, sehingga para pelaku perdagangan menampilkan karya terbaiknya. Batik sebagai pakaian nasional yang pernah ditetapkan oleh pemerintah menjadi perhatian para pelaku usaha di dunia MICE.

Kesempatan ini, tentu tidak disia-siakan setiap para pengunjung yang memadati ‘Istana Batik’ Jakarta Fair. Batik dan pakaian ada dari Kalimantan, Aceh, Bengkulu, Sumatra, dan kerajaan-kerajaan di Indonesia, juga tersedia di Jakarta Fair 2011. Pemprov Kalimantan Barat misalnya, memamerkan produk mulai dari tenun sintang, batik awan berarak, dan busana sorak insang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...