Jumat, 13 Maret 2009

Berkompromi Penuh Damai dengan Pasangan

From Wanita-gaya

MENJAGA kesehatan hubungan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Sesekali, lakukan check up untuk memastikan hubungan Anda dan pasangan baik-baik saja.

Jika Anda selalu menggerutu karena mendapati segala masalah dalam hubungan tak kunjung usai, maka kini saatnya Anda untuk mencari jawaban, apa yang salah dalam dengan hubungan itu. "Pasangan sering kali memiliki keyakinan berbeda tentang apa itu kejujuran, dan saat mereka merasa ada yang salah dengan hubungan yang tengah dijalani, rasa benci, sakit hati, dan dendam pun muncul," kata B Janet Hibbs PhD, penulis buku "Try to See It My Way".

Hibbs menambahkan, kejujuran bukanlah sebuah sistem bilangan yang dapat dihitung atau sesuatu yang ajeg. Sebaliknya, hubungan cinta adalah sebuah keseimbangan yang fleksibel untuk saling memberi dan menerima. Kesepakatan tak tertulis ini menjadi hal yang Anda dan pasangan setuju untuk saling mengisinya.

Dalam berumah tangga disyaratkan adanya rasa saling mengerti terhadap berbagai hal yang meliputi hidup Anda dan pasangan. Namun, terkadang tujuan itu sulit dicapai, meski berbagai usaha telah ditempuh. Berikut beberapa cara agar rasa pengertian dapat terbangun baik di antara Anda dan pasangan, seperti dikutip dari MSNBC:

Berpikir ulang harapan Anda

Pikirkan tentang keseimbangan ideal menurut Anda sebab berbagai hal, seperti rutinitas pekerjaan, keuangan, dan seks, bisa menjadi wilayah berpotensi konflik. Setelah itu, diskusikan harapan Anda tentang rumah tangga yang sedang dibina bersama pasangan. "Ingatlah Anda tidak boleh berat sebelah, hanya memaksakan harapan dan keinginan Anda, tanpa mendengarkan masukan dari pasangan. Jadi, bukalah diri untuk berkompromi," kata Hibbs. Sekali Anda mampu berkompromi dengan gagasan pasangan, maka Anda berangsur akan menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang mampu menerima nilai-nilai baru untuk diterapkan bersama pasangan.

Ungkapkan apa yang Anda butuhkan

Daripada terus-menerus murung memikirkan kenyataan bahwa si dia tidak akan membantu Anda mengurus anak-anak, misalnya, cobalah untuk mengatakan, "Saya tahu kita berdua sibuk menyiapkan segala sesuatu saat pagi hari, tapi saya butuh bantuanmu. Apakah kamu bisa membantu mengemas makan siang anak-anak sementara aku memakaikan baju mereka?" Hibbs mengatakan, Anda berdua layaknya sebuah tim. Meski memiliki perspektif dan perasaan berbeda, tapi harus ditemukan cara untuk bisa bekerja sama.

Berikan penghargaan

Untuk mendapatkan pengertian, kadangkala Anda harus mengorbankan satu hal dan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun, jangan terburu sakit hati sebab pasangan berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki kealpaannya, misal mungkin dia tak sengaja terlupa mengemas camilan dalam kotak bekal makanan anak-anak. Hibbs mengatakan, "Saat dia merasa dihargai, Anda mulai melangkah menjadi pribadi yang murah hati. Anda akan lebih mudah memperoleh pengertian darinya. Dia pun akan semakin menghargai keinginan Anda."

Ubah peraturan

Hadirnya buah hati di tengah keluarga tak ayal membawa perubahan hidup Anda dan pasangan. Anda akan selalu terjaga di malam hari untuk memberinya ASI. Hal ini tentu membutuhkan rasa pengertian yang besar dari pasangan, juga untuk berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya. "Bagian terpenting dari berkompromi adalah niat yang tulus untuk bernegosiasi kembali dengan segala peraturan yang sebelumnya telah ada dalam hubungan Anda berdua," kata Hibbs. Meninjau kembali hal-hal apa yang sepatutnya diubah karena kini Anda berada pada tingkatan hidup yang berbeda. Kompromi penuh damai akan menjaga kebahagiaan hubungan. Anda dan pasangan pun akan semakin dewasa dan tumbuh bersama hubungan itu.
(tty)
Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/03/13/197/200999/berkompromi-penuh-damai-dengan-pasangan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...