Oliver tampak pucat dan terlihat seperti mayat, tim dokter yang membantu kelahirannya pun tidak menemukan detak jantung dalam 25 menit pertama.
Dalam rentang waktu itu dokter memberinya bantuan oksigen dan pijat jantung lembut. Karena ternyata diketahui Oliver tidak memiliki darah maka transfusi darah segera dijalankan. Dan yang terjadi, paramedis berusaha menahan air mata ketika monitor hatinya mengeluarkan suar ‘bip’ yang pertama kali.
Oliver hampir tak terselamatkan setelah mengalami kondisi langka yang disebut vasa previa. Vasa Previa ini membentuk vena ekstra di dalam rahim ibunya yang kemudian pecah. Hal itulah yang membuat ibunya jatuh sakit dan terbangun bersimbah darah saat kehamilannya berusia 37,5 minggu.
Sesampai dirumah sakit paramedis terkejut setelah mengetahui bahwa vena yang pecah itu berasal dari bayi yang sedang dikandung. Dokterpun bergerak cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
Oliver dilahirkan dengan berat 2,8 kilogram pada pukul 05.12. Setelah dokter memberi transfusi darah yang dipompa ke dalam tali pusat yang masih menempel, akhirnya pada pukul 05.37 detak jantung pertama Oliver terdeteksi dan semakin kuat saat ia diberi lebih banyak darah.
Oliver ditempatkan di unit perawatan bayi khusus. Diruang itu tim dokter memutuskan untuk menurunkan suhu tubuhnya agar otaknya bisa diselamatkan dari kerusakan. Ia ditempatkan di dalam mantel kecil penahan dingin untuk melancarkan aliran darah ke kulit, otak dan hatinya. Tiga hari kemudian, tim medis secara perlahan mulai meningkatkan suhu hingga mencapai 37 derajat Celcius. Itu semua dilakukan dengan seksama dan terukur agar Oliver bisa berkembang seperti bayi-bayi yang terlahir normal.
Oliver telah berjuang untuk hidupnya, tim dokter membantu dengan pengetahuannya, Tuhan menunjukkan kuasaNya dan keajaiban itu datang. Kini, Oliver sudah berusia 15 bulan dan sedang bermain dengan lincah bersama keluarga besarnya di Maidstone, Inggris.
Disebuah situs ibunya berkata: Sulit dipercaya jika melihat kembali apa yang telah dilalui. Tapi kini Olie sudah menjadi seorang anak laki-laki, ia akan hidup senang dengan seluruh cita-citanya. Sekarang dia duduk disini dan tersenyum padaku. Tim dokter benar-benar membantunya kembali ke kehidupan dan saya tak akan pernah cukup berterimakasih kepada para dokter dan Tuhan atas hadiah indah ini.
Article by Madhoni Yusman
Posted by Blogger Addict
Rabu, 01 Februari 2012
MENGETAHUI SIFAT SESEORANG DARI BAU BADANNYA
Orang yang cemas keringatnya akan lebih banyak sehingga memodifikasi bakteri di ketiak yang membuat badan tercium lebih bau. Orang yang punya jiwa pemimpin karena tinggi sifat dominasinya akan mengeluarkan hormon testoteron lebih banyak sehingga baunya lebih khas. Sedangkan orang yang terbuka jarang memiliki bau yang keras karena emosinya cenderung stabil.
Mengetahui karakter kepribadian seseorang biasanya membutuhkan waktu lama dan sedikit percakapaan. Namun peneitian baru menunjukkan kepribadian seseorang bisa diketahui hanya lewat bau badannya saja.
Penelitian yang dimuat dalam European Journal of Personality ini menilai seberapa bersahabat, cemas atau dominan seseorang hanya dari bau pakaiannya. Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya menguji ciri-ciri kepribadian melalui bau badan.
“Kita tidak hanya mengekspresikan diri melalui penampilan, tapi juga melalui bau kita. Pada kesan pertama, kita seringkali memperhitungkan bau seseorang sebagaimana isyarat visual dan suara yang mencirikan kepribadiannya,” kata peneliti, Agnieszka Sorokowska, kandidat doktor di University of Wroclaw, Polandia.
Sorokowska dan koleganya meminta 30 orang pria dan 30 orang perempuan untuk mengenakan kaos katun putih selama tiga malam berturut-turut. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan wewangian, deodoran, atau sabun, dan tidak boleh merokok, minum, ataupun makan makanan berbau selama penelitian. Peserta juga mengikuti tes kepribadian.
Kaos dari pemberi bau dikumpulkan dan dinilai oleh 100 orang pria dan 100 orang wanita. Para penilai diminta mencium bau kaos yang diletakkan di kantong plastik non-transparan dan mengevaluasi lima kepribadian dari pemakai kaos pada skala 1 sampai 10. Setiap penilai menilai enam kaos, dan masing-masing kaos dinilai oleh 20 orang penilai.
Penilaian dikategorikan pada tiga sifat kepribadian: ekstroversi (kecenderungan untuk berteman dan bersosialisasi), neurotisisme (kecenderungan untuk merasa cemas dan murung), dan dominasi (keinginan untuk menjadi pemimpin).
Pencocokan tersebut memang jauh dari sempurna. Namun penilai memprediksi tingkat ekstroversi dan neurotisisme pemakai kaos melalui penciuman sama tepatnya seperti peserta dalam penelitian berbeda yang memprediksi ciri-ciri kepribadian seseorang berdasarkan video yang menggambarkan perilaku seseorang.
“Penilaian karakter dominasi paling akurat dalam kasus di mana penilai menilai bau lawan jenisnya. Nampaknya penilaian semacam ini sangat penting untuk memilih pasangan,” kata Sorokowska seperti dilansir FoxNews.com, Minggu (4/12/2011).
Ekstroversi, neurotisisme, dan dominasi adalah sifat yang dapat diekspresikan secara fisiologis sampai batas tertentu, termasuk melalui emosi. Misalnya, orang-orang yang neurotik bisa berkeringat lebih banyak ketika mengalami stres, sehingga memodifikasi bakteri di ketiak dan membuat mereka memiliki bau yang berbeda.
Ciri-ciri kepribadian juga dapat dihubungkan dengan pengeluaran hormon yang dapat mengubah aroma sesorang. Orang yang tinggi tingkat dominasinya mungkin memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat memodifikasi kelenjar keringatnya.
Mengetahui karakter kepribadian seseorang biasanya membutuhkan waktu lama dan sedikit percakapaan. Namun peneitian baru menunjukkan kepribadian seseorang bisa diketahui hanya lewat bau badannya saja.
Penelitian yang dimuat dalam European Journal of Personality ini menilai seberapa bersahabat, cemas atau dominan seseorang hanya dari bau pakaiannya. Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya menguji ciri-ciri kepribadian melalui bau badan.
“Kita tidak hanya mengekspresikan diri melalui penampilan, tapi juga melalui bau kita. Pada kesan pertama, kita seringkali memperhitungkan bau seseorang sebagaimana isyarat visual dan suara yang mencirikan kepribadiannya,” kata peneliti, Agnieszka Sorokowska, kandidat doktor di University of Wroclaw, Polandia.
Sorokowska dan koleganya meminta 30 orang pria dan 30 orang perempuan untuk mengenakan kaos katun putih selama tiga malam berturut-turut. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan wewangian, deodoran, atau sabun, dan tidak boleh merokok, minum, ataupun makan makanan berbau selama penelitian. Peserta juga mengikuti tes kepribadian.
Kaos dari pemberi bau dikumpulkan dan dinilai oleh 100 orang pria dan 100 orang wanita. Para penilai diminta mencium bau kaos yang diletakkan di kantong plastik non-transparan dan mengevaluasi lima kepribadian dari pemakai kaos pada skala 1 sampai 10. Setiap penilai menilai enam kaos, dan masing-masing kaos dinilai oleh 20 orang penilai.
Penilaian dikategorikan pada tiga sifat kepribadian: ekstroversi (kecenderungan untuk berteman dan bersosialisasi), neurotisisme (kecenderungan untuk merasa cemas dan murung), dan dominasi (keinginan untuk menjadi pemimpin).
Pencocokan tersebut memang jauh dari sempurna. Namun penilai memprediksi tingkat ekstroversi dan neurotisisme pemakai kaos melalui penciuman sama tepatnya seperti peserta dalam penelitian berbeda yang memprediksi ciri-ciri kepribadian seseorang berdasarkan video yang menggambarkan perilaku seseorang.
“Penilaian karakter dominasi paling akurat dalam kasus di mana penilai menilai bau lawan jenisnya. Nampaknya penilaian semacam ini sangat penting untuk memilih pasangan,” kata Sorokowska seperti dilansir FoxNews.com, Minggu (4/12/2011).
Ekstroversi, neurotisisme, dan dominasi adalah sifat yang dapat diekspresikan secara fisiologis sampai batas tertentu, termasuk melalui emosi. Misalnya, orang-orang yang neurotik bisa berkeringat lebih banyak ketika mengalami stres, sehingga memodifikasi bakteri di ketiak dan membuat mereka memiliki bau yang berbeda.
Ciri-ciri kepribadian juga dapat dihubungkan dengan pengeluaran hormon yang dapat mengubah aroma sesorang. Orang yang tinggi tingkat dominasinya mungkin memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat memodifikasi kelenjar keringatnya.
10 Cara Agar Wajah Tetap Cantik
Berikut ini 10 cara mudah mendapatkan kulit wajah yang sehat dengan bahan alami, seperti yang dikutip dari care2.
1. Tepuk wajah kain yang dibasahi dengan air hangat untuk membuka pori-pori. Kemudian oleskan madu pada wajah dan diamkan selama 15 hingga 30 menit. Bilas dengan air hangat, kemudian tepuk-tepuk wajah dengan kain yang dibasahi air dingin
2. Buatlah masker dengan kuning telur mentah. Aplikasikan kuning telur pada wajah dan leher, diamkan selama 30 menit, bilas dengan air dingin.
3. Anda juga bisa membuat masker dengan putih telur. Aplikasikan putih telur pada wajah dan diamkan hingga putih telur mengering di wajah, baru kemudian Anda hangatkan.
4. Untuk cara yang lebih mudah, Anda bisa menggunakan anggur. Cukup potong sebuah anggur menjadi dua, kemudian gosokkan dagingnya pada wajah. Setelah merata, bilas dengan air dingin.
5. Tumbuk pisang yang sudah terlalu matang hingga haslus, kemudian oleskan keseluruh wajah. diamkan selama 15 hingga 30 menit, kemudian bilas dengan air hangat.
6. Yogurt tanpa rasa juga bisa digunakan untuk menyegarkan dan melembabkan wajah. Oleskan yogurt pada wajah dan diamkan selama 15 hingga 20 menit sebelum dibilas dengan air dingin.
7. Jika Anda memiliki bibir yang pecah-pecah, oleskan minyak zaitun sebelum tidur. Biarkan semalaman dan dapatkan bibir lebih lembab dikeesokan harinya.
8. Hancurkan alpukat lalu oleskan pada wajah. Biarkan selama 10 menit, kemudian bilas dengan air dingin. Alpukat baik untuk kesehatan dan keremajaan kulit.
9. Siapkan susu pada sebuah wadah, kemudian sedikit celupkan cotton bud atau kapas dan terapkan pada wajah. Biarkan hingga Anda merasa kulit wajah jadi lebih kencang dan bersihkan dengan air hangat. Rasakan kulit wajah menjadi lebih lembut.
10. Gunakan baking soda untuk mengangkat kulit mati dengan mencampurkannya dengan cleanser harian Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)

