Kamis, 07 Juli 2011

Dampak Negatif Rokok Bagi Wanita



Merokok tidak hanya bisa mengganggu kesehatan. Merokok pun berefek buruk pada kecantikan.

Ini lima dampak negatif rokok pada kecantikan Anda, seperti dikutip dari WebMD:

1. Membuat Wajah Tampak Tua
"Kulit yang berkerut di bawah mata adalah ciri perokok," ujar dr Bahman Guyuron dari
Bukan hanya kulit cepat keriput, rokok juga bisa membuat kulit jadi lebih sensitif pada bahaya sinar matahari.

2. Kulit Jadi Pucat
Merokok bisa menurunkan kandungan oksigen dan nutrisi kulit. Oleh karena itu beberapa perokok jadi tampak lebih pucat ketimbang yang bukan perokok.

Menurut dokter kulit Jonette Keri dari University of Miami Miller School of Medicine, perubahan warna kulit ini bisa terjadi sejak usia muda. "Pada orang yang tidak merokok, jarang terlihat perbedaan warna kulit. Namun hal itu bisa terjadi lebih cepat pada perokok," ujarnya.

3. Kulit Cepat Kendur
Dalam tembakau yang merupakan bahan baku utama rokok, terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia. Dan bahayanya, bahan-bahan tersebut memicu rusaknya kolagen dan elastisitas kulit.

"Konsekuensinya, kulit perokok jadi cepat kendur dan memiliki keriput yang lebih kelihatan," ujar Keri.

4. Payudara & Lengan Kendur
Rokok tidak hanya merusak penampilan wajah, tapi juga bentuk tubuh Anda. Saat kulit kehilangan elastisitasnya, bagian tubuh yang tadinya kencang semakin lama makin menurun. Hal ini terjadi pada payudara dan lengan. Para peneliti menemukan, rokok lah sebagai penyebab utama payudara yang kendur.

5. Di Sekitar Bibir Jadi Ada Kerutan
"Perokok menggunakan beberapa otot di sekitar bibirnya sehingga hal ini menyebabkan mereka lebih banyak memiliki kerutan di sekitar bibir ketimbang yang tidak merokok," jelas Keri.

Seperti sudah dikatakan di atas, rokok juga bisa mengurangi elastisitas kulit. Sehingga garis-garis kerutan di sekitar bibir perokok pun akan semakin terlihat jelas.

wolipop.com

Senin, 04 Juli 2011

Lingerie Bisa Tingkatkan Gairah Bercinta

Lingerie, adalah salah satu item yang bisa membuat wanita merasa seksi, terutama saat akan menikmati kemesraan bersama pasangan. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda memiliki satu atau dua lingerie untuk bangkitkan gairah dan menunjang performa seks Anda.

Ada berbagai macam model lingerie, tapi sebaiknya pilih yang nyaman dan sesuai dengan karakter Anda. Agar tidak bingung memilih, simak empat model lingerie yang paling umum dikenakan dan bisa memancarkan aura seksi Anda seketika.

1. Thong & G-string

Thong dan g-string adalah model celana dalam berbentuk segitiga, yang bagian depan dan belakangnya hanya terhubung bahan tipis yang menyerupai garis atau tali tipis. Dua model celana dalam ini biasanya dipilih untuk menciptakan kesan seksi. Thong dan g-string bisa Anda kenakan saat ingin menampilkan sisi 'liar' dan berani saat akan bercinta dengan pasangan.
2. Peignoir

Model lingerie seksi lainnya adalah peignoir, yaitu gaun atau jubah transparan yang dikenakan di atas setelan bikini atau gaun tidur. Peignoir membuat wanita terkesan seksi, anggun dan cantik. Biasanya terbuat dari material ringan dan halur seperti chiffon atau tulle. Kenakan peignoir saat Anda ingin 'menggoda' pasangan untuk bercinta dengan cara yang lebih romantis dan halus.
3. Korset

Korset telah dikenal sebagai pakaian dalam yang mampu membuat tubuh wanita tampak lebih berlekuk, dan diciptakan sejak berabad-abad lalu. Kini, korset menjadi salah satu 'properti' untuk menambah gairah saat bercinta. Korset akan merampingkan pinggang dan menaikkan payudara sehingga Anda akan terlihat seksi. Kenakan korset berwarna merah, hitam atau perpaduan khaki-hitam bersama thong.
4. Kamisol

Kamisol adalah busana atasan tanpa berbahan ringan, modelnya mirip seperti tank-top tapi biasanya lebih longgar di bagian bawah. Pilih kamisol dari bahan satin dengan hiasan renda di garis leher untuk memberi kesan seksi dan romantis. Kenakan bersama celana dalam dengan bahan dan warna yang sama. Biasanya, kamisol dijual satu set dengan celana dalam.

wolipop.com

Yukk Pakai Deodorant Yang Benar


Anda mungkin pernah mengeluhkan keringat yang masih tetap berlebihan meski sudah menggunakan deodoran. Anda juga mungkin pernah mengeluhkan efek samping deodoran yang membuat ketiak gatal atau menyebabkan gumpalan yang menodai dan merusak pakaian. Hal ini menyebabkan sebagian orang menghentikan penggunaan deodoran karena menganggap masalahnya berasal dari deodoran.

berikut kami hadirkan tips merawat kulit ketiak dan menggunakan deodoran agar hasilnya maksimal dan tidak menyebabkan efek samping baik bagi kulit maupun pakaian.
Rajin mandi dan keringkan tubuh dengan benar

Seringlah mandi dan mengeringkan tubuh dengan benar. Selalu gunakan handuk yang kering, dan keringkan tubuh terutama kulit ketiak sampai benar-benar kering. Setelah beraktivitas yang mengeluarkan keringat, sebaiknya istirahat sampai keringat Anda mengering. Baru setelah itu mandi, membersihkan tubuh, dan mengeringkan kembali tubuh Anda. Lalu, gunakan deodoran.

Pakai deodoran setiap habis mandi

Anda mungkin mengenakan deodoran hanya pada pagi hari saat akan berangkat kerja. Padahal, deodoran harus terus digunakan setiap kali Anda selesai mandi untuk mencegah bakteri di ketiak berkembang biak. Setiap selesai beraktivitas, terutama di luar ruangan yang mengeluarkan keringat, sebaiknya Anda mandi lagi daripada hanya menimpanya dengan deodoran lagi. Mengenakan kembali deodoran setelah berkeringat akan membuat deodoran menggumpal dan tidak bekerja dengan baik.

Biarkan deodoran kering sebelum mengenakan pakaian

Sebaiknya gunakan deodoran saat Anda masih mengenakan handuk. Biarkan sampai kering di ketiak, baru gunakan pakaian agar tidak ada sisa deodoran cair yang menempel pada pakaian.

Rajin mencukur bulu ketiak

Menurut Tina, bulu-bulu di ketiak menyerap bau yang keluar dari kelenjar keringat sehingga lebih baik sering dicukur untuk meminimalisasi bau yang disimpan oleh bulu. Selain itu, bulu yang sering dicukur juga membuat deodoran mudah diserap kulit ketiak sehingga tidak menggumpal.
Jangan gunakan deodoran saat kulit terluka

Ketika kulit ketiak mengalami iritasi karena tidak cocok terhadap deodoran jenis tertentu, hentikan penggunaannya minimal tiga hari sampai seminggu, atau sampai kulit ketiak betul-betul sembuh. Iritasi bisa diindikasikan dari kulit yang memerah, sangat gatal, dan kemudian perih setelah digaruk. Selain menggunakan salep yang dioleskan di kulit ketiak, Anda juga harus meminum obat untuk mematikan mikrobakteri. Obat oles serta obat minum ini harus dikonsultasikan dengan dokter kulit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...